Hari raya Idul Adha

Hari raya Idul Adha menjadi momentum untuk saling berbagi antarsesama. Keramaian hari raya Idul Adha di Gunung Kidul terutama terjadi pada Selasa (16/11/2010), meskipun sebagian warga lainnya memilih merayakannya pada Rabu (17/11/2010). Panitia Hari Besar Islam atau PHBI Wonosari mencatat total hewan kurban sebanyak 212 ekor sapi dan 342 kambing.

Pembagian hewan kurban tak hanya dilakukan di masjid-masjid. Petugas dari masjid juga membagikan daging kurban secara merata ke rumah-rumah warga tanpa membedakan agama maupun kepercayaan. Kemeriahan pembagian daging kurban juga terjadi di barak pengungsian di Rest Area Hutan Bunder maupun Balai Desa Bunder, Playen, Gunung Kidul.

"Pengungsi di Hutan Bunder Sumo mengaku tetap bersyukur bisa merayakan hari raya Idul Adha. Meskipun tinggal di pengungsian, ia masih bisa turut menikmati daging sapi dan kambing yang dimasak di dapur umum. Sudah tidak punya ternak dan rumah, tapi masih bisa makan enak," kata Sumo, Rabu (17/11/2010).

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X turut menyalurkan satu ekor sapi kepada PHBI Kota Wonosari. Mayoritas masjid di Gunung Kidul juga menyembelih hewan kurban yang dibeli dari hasil iuran bulanan warga selama satu tahun. Masing-masing keluarga, rata-rata memperoleh pembagian daging kurban sebanyak 1 kilogram.

Dalam kotbah Shalat Id di Alun-alun Wonosari pada Selasa (16/11/2010), imam dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gunung Kidul Zamari mengajak jemaah untuk selalu bersyukur dan menimba manfaat dari bencana Gunung Merapi. Shalat Id tersebut, antara lain dihadiri, Wakil Bupati Gunung Kidul Badingah.

Yayasan GreenNET Indonesia juga menyembelih 10 sapi dan beberapa ekor kambing untuk dibagikan dalam bentuk makanan siap saji bagi pengungsi Merapi. Menurut Ketua Umum GreenNET Transtoto Handadhari, Yayasan GreenNET juga membangun Posko Cinta Jogja yang menyalurkan bahan kebutuhan bagi pengungsi Merapi di Yogyakarta maupun di Jawa Tengah. Demikian catatan online ffhari tentang Hari raya Idul Adha.

Aktivitas pengeboman ikan

Aktivitas pengeboman ikan marak di Perairan Tanjung Bira beberapa pekan terakhir. Namun Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dan Polairud Polres Bulukumba kesulitan mengambil langkah tegas menindak pelaku pengebom ikan (illegal fishing).

“Pihak DKP melakukan pengawasan di wilayah yang rawan terjadinya pengeboman, tapi hingga kini tetap saja terjadi,” kata Kabid Penanganan Pengawasan dan Perlindungan DKP Bulukumba Muh Arsyad di Bulukumba kemarin. Belum maksimalnya pengawasan yang dilakukan DKP masih terkendala terbatasnya biaya operasional dan peralatan penunjang lainnya.Alat penunjang operasi dalam pengawas di perairan DKP baru memilik satu perahu speedboat. Idealnya, DKP harus memiliki paling kurang tiga buah speedboatdan anggaran yang cukup untuk operasional secara rutin. Anggaran operasional DKP 2010 Rp20 juta per tahun.

“Kami berharap ke depan anggaran ini bisa meningkat demi maksimalnya operasi pengawasan untuk menjaga keamanan di sekitar perairan,” ungkapnya. Dia mengatakan, umumnya pelaku pengeboman notabene nelayan Bulukumba.“Hingga kini nelayan melakukan pengeboman belum diberikan sanksi, DKP sebatas mengawasi, pihak Polairud yang berhak menangkap dan memberikan sanksi,”tuturnya. Ke depan harusnya DKP dan Polairud bekerja sama melakukan pengawasan sehingga ada pelaku yang ditangkap melakukan pengeboman.

“ Harusnya DKP dan polisi bekerja sama melakukan pengawasan di perairan,”katanya. Sementara itu,Ketua DPP Agra Bulukumba Hamzah Libya mengungkapkan, maraknya pengeboman ikan di perairan disebabkan kurangnya pemahaman dimiliki para nelayan.Ke depan Pemkab dan pihak terkait memberikan pemahaman sehingga para nelayan sadar akan aksidilakukan.“Selamainitidakada sinergis antara nelayan dan pihak terkait sehingga aksi ini masih saja marak terjadi,”ujar dia kemarin.

Pemerintahan baru nanti harus melakukan pendekatan dengan membuka ruang kepada nelayan agar permasalahan ini tidak terulang lagi.“Pihak terkait juga mengalokasikan anggaran sesuai program sehingga tidak lagi mengeluhkan kurangnya anggaran operasional,” papar pria yang biasa disapa Ancha ini. Demikian informasi dari ffhari tentang Aktivitas pengeboman ikan.